Selasa, 17 September 2019

Cisco Belajar


Membuat vlan :


Mendaftarkan vlan :


Melihat vlan yang di buat :


Hapus Password :


Lihat password :


Buat vtp dan password :


VTP mode tranparent :


Vlan Trunking :








Senin, 16 September 2019

Virtual Access Point


Virtual Access Point

Assalamu'alaikum Wr.Wb

 Oke pada artikel kali ini saya kan membahas materi masih seputar tentang wireless. Oke langsung saja ke materi ya...

Virtual Access Point adalah fitur wireless MikroTik yang memungkinkan kita untuk membuat interfaces yang bersifat virtual, sehingga kita dapat membuat lebih dari 1SSID meskipun routerboard kita hanya mempunayi 1 interface wireless real. Maksud dari virtual disini adalah ketika kita memiliki router MikroTik yang hanya punya 1 wireless, dengan membuat virtual AP kita dapat membuat lebih dari 1 access point meskipun kita hanya punya 1wireless yang ada pada routerboard kita. Akibatnya, kita tidak perlu membeli perangkat lagi untuk membuat banyak access point, cukup 1 perangkat MikroTik (wireless) kita sudah bisa membuat banyak access point. Virtual AP disini juga membutuhkan master interface yaitu interfaces wlan real.

Pada percobaan berikut kita akan membuat 2 SSID pada router jenis RB951 yang hanya mempunyai 1 wireless. Caranya adalah sebagai berikut :

     1.  Remote terlebih dahulu MikroTik dengan Winbox.
    2.  Pilih Wireless, dan pada tab interfaces enable pada Interfaces wlan. Kita akan membuat SSID pada real interfaces dulu, dengan cara klik 2x pada wlan1.
   3.  Langkah selanjutnya isi pada kolom Mode dengan AP Bridge. Lalu isikan SSID sesuai dengan keinginanmu, saya misalkan “Web_DianAstri”.
   4.  Posisikan pada tab Security Profile, kemudian pilih default atau security profile yang kita buat. Disini kita memilih security profile yang telah kita buat sepelumnya.
     5.  Buat Virtual Access Point, caranya dengan masuklah ke tab Wireless kemudian pada Interfaces klik Add [+] dan akan muncul 3 pilihan yaitu Virtual AP, WDS, dan Nstreme Dual, kita pilih yang Virtula AP dan akan muncul jendela interface.
     6.  Selanjutnya, beralih ke tab General Wireless. Isikanpada kolom Mode dengan AP Bridge dan isikan SSID sesuai keinginanmu, misal “The Use Full Wifi” pada master interfaces pilih interfaces wlan real yaitu wlan1 dan pilih Security Profile nya kemudian Apply Oke.
     7.  Dan kamu bisa liat pada wireless>Interfaces, apakah Virtual AP sudah tertambahkan.
     8.  Langkah berikutnya, cek apakah Virtual AP bekerja atau tidak. Dan Coba hubungkan wiriless yang telah kita buat tadi menggunakan smartphone kamu.
Virtual AP + DHCP Server

Agar Client dapat mendapat IP, kita perlu setting DHCP Server pada Interface Virtual. Untuk melakukannya ikuti langkah-langkah berikut ini :

     1.      Buka winbox lalu Remote MikroTik.
     2.      Konfigurasi DHCP Client (untuk menyambungkan router dan client ke internet).
     3.      Buat Virtual Access Point dengan SSID “Web_DianAstri”.
     4.      Isi IP Address dan arahkan ke interface virtual (disini interfacenya adalah wlan2) lalu Apply Oke.
     5.      Masuk pada tab IP-DHCP Server
     6.      Klik pada DHCP Setup lalu pilih Interface Virtual (wlan1) lalu klik next sampai ada notifikasi “Setup Has Completed Successfully”, dan DHCP Server akan tertambahkan secara otomatis. Biasanya interfacenya akan bercetak miring dan berwarna merah, itu karena belum ada client yang terhubung, apabila ada client yang terhubung maka warnanya akan berubah menjadi hitam.
     7.      Langkah berikutnya uji coba dengan cara hubungkan perangkat client, dan liat apakah client sudah mendapatkan IP Address dynamic dari DHCP Server. Sambungkan smartphone kamu ke SSID Web_DianAstri. 

  Sekian artikel hari ini, tunggu artikel ku selanjutnya.

Instalasi Linux Ubuntu

Pengenalan Linux Ubuntu

A. Sejarah Linux

     Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasis pada Debian dan memiliki interface dekstop. Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. Ubuntu berasal dari bahasa kuno Afrika yang berarti rasa perikemanusiaan terhadap sesama manusia. Linux pertama kali yaitu Minix yang dibuat oleh terkolasi di Unix. Versi Linux yang pertama yaitu 0.10 yang di publikasikan pada November 1991, dan kini Linux terus berkembang pesat karena source code yang di sebarluaskan.


Sabtu, 07 September 2019

Lab 53 - Simple Queue

Simple Queue

Assalamu’alikum Wr.Wb

Oke pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi menegenai Simple Queue. Langsung saja ke materi, Simple Queue apa sih???

Simple Queue (Quality Of Services) merupakan salah satu fitur dari MikroTik dimana kita bisa melakukan management bandwith. Fungsi dari simple queue sendiri adalah untuk mengatur kualitas jaringan kita seperti keamanan, internet, spit dan lain sebagainya. Pada sebuah jaringan yang mempunyai banyak client, diperlukan sebuah mekanisme pengaturan bandwith sehingga semua client bisa mendapatkan jatah bandwith masing-masing. Nah salah satu alasan kita menggunakan Simple Queue ini karena metode ini sangat cocok untuk kita dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk melakukan management bandwith terdapat 2 cara yaitu :

1. Menggunakan Simple Queue
2. Menggunakan Queue Tree

Jika kita menggunakan Queue Tree limitnya akan secara spesifik.
Dalam membatasi bandwith harus kita perhitungkan karena saat membuat limit melebihi bandwith yang ada, maka limit tidak akan bisa bekerja. Sebelum melangkah lebih jauh, yuk kita pahami dulu istilah-istilah yang ada di Simple Queue :

a. CIR (Committed Information Rate) = merupakan nilai bandwith terendah dimana saat jaringan sibuk (banyak user), akan tetapi saat menerapkan CIR sesibuk apapun jaringan yang digunakan, kita tidak akan mendapatkan bandwith di bawah nilai CIR. Istilah lain CIR adalah limit-at.
b. MIR (Maximum Information Rate) = merupakan nilai bandwith tertinggi dimana saat jaringan tidak sibuk (hanya satu user), jadi kita bisa atau dapat menikmati bandwith semaksimal mungkin. Istilah lain dari MIR adalah max-limit.
c. Rate Limiting (Shapper) = membatasi nilai bandwith dengan cara membuang (drop) bandwith yang melibihi nilai limit.
d. Rate Equalizing (Scheduler) = membatasi nilai bandwith dengan cara menyimpan terlebih dahulu bandwith yang melibihi nilai limit yang telah ditentukan dan akan dkirimkan kembali jika trafic tidak sibuk.

Selain dari istilah tersebut ada beberapa warna yang harus dipahami juga, dan dalam pembacaan aturan limit bandwith adalah dari atas ke bawah. Warna yang harus dipahami yaitu sebagai berikut :
1. Kuning = menggunakan bandwith secara rata-rata (antara jauh dan dekat nilai max-limit).
2. Merah = menggunakan bandwith secara maksimal (mendekati nilai max-limit).
3. Hijau = menggunakan bandwith sedikit (jauh dari nilai max-limit).

Berikut cara mengatur bandwith yang akan dapat digunakan oleh client, yaitu sebagai berikut :

1. Kita akan melakukan limitasi maksimal upload : 512 kbps dan maksimal download : 512 kbps terhadap client (berarti ether 2) . Parameter Target Address adalah IP Address atau ether dari client yang akan dilimit. Untuk lebih jelasnya liat tampilan berikut ini.


2. Langkah selanjutnya isi Limit At pada tab Advanced 512 kbps baik untuk yang upload maupun yang download. Kemudian lakukan pengetesan dengan buka speedtest.cbn.net.id dan liat hasilnya seperti tampilan berikut ini.


Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat akun youtube saya yang juga membahas mengenai simple Queue ini :


Sekian artikel saya kali ini, dan jangan lupa untuk selalu mengunjungi blog saya. Tunggu artikel-artikel selanjutnya.. dan semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


Senin, 02 September 2019

Lab 45 - Wireless Station

Wireless Station

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Pada artikel yang saya tulis sebelumnya, saya telah membahas materi mengenai salah satu mode penerima yaitu “Wireless Station Bridge”. Dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas menegenai mode penerima lain yaitu “Wireless Station”. Perbedaan dari ke-2 mode antara Station Bridge dan Station adalah :
     1.      Mode Station Bridge
Hanya dapat menerima layanan wireless dari sesama router MikroTik. Dan jika kita menggunakan Mode Station maka kita dapat menerima layanan wireless dari berbagai vendor selain MikroTik seperti Cisco, Juniper, TP-Link dan lain sebagainya.

      2.      Station Bridge
Dalam mode ini kita dapat melakukan bridge, sedangkan apabila kita menggunakan mode Station, maka kita tidak dapat konfigurasi bridge pada interface yang digunakan pada mode Station.
Jadi dapat disimpulkan pada Mode Station ini dapat dipergunakan untuk router yang berbeda vendor, sedangkan pada Mode Station Bridge hanya dapat menerima layanan wireless dari vendor yang sama. 

Berikut ini langkah-langkah konfigurasi untuk “Wireless Station” :

   a.  Langkah yang pertama remote dan loginlah ke MikroTik.
   b.  Pastikan disekitar kamu terdapat router yang bervendor lain yang menjadi pemancar.
   c.  Lakukan scanning dan klik Start, kemudian pilih AP bervendor non-MikroTik. Permisalannya adalah seperti tampilan berikut ini.


   d.  Dan pada mode yang semula yaitu “Station Bridge”, akan berubah menjadi “Station” secara otomatis karena pemancar berbeda vendor.
  e.  Setelah kita mengkonfigurasikan wireless “Station”, kemudian kamu bisa mulai emmbuat DHCP Client agar dapat berkomunikasi denagn router si pemancar.

Sekian dulu ya pembahasan Wireless Station pada artikel kali ini, dan tunggu artikel-artikel ku berikutnya yang masih membahas materi seputar Wireless. Sekian

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Lab 44 - Wireless Station Bridge


Wireless station bridge

Wireless station bridge adalah salah satu mode wireless pada MikroTik yang memungkinkan router menjadi penerima layanan wireless, sedangkan pemancarnya adalah router yang menggunakan mode “Wireless Bridge” “Wireless AP Bridge”. Mode “Wireless Station Bridge” pada MikroTik hanya bisa bekerja dan mendapat layanan dari router pemancar bervendor MikroTik juga, jadi intinya “Wireless Station Bridge” digunakan untuk membuat router menjadi penerima layanan yang satu vendor denagn router itu, berbeda dengan Mode “Wireless Station” yang dapat menerima layanan dari router yang beda vendor seperti TP-Link.

Syarat agar “Wireless Station Bridge” tersambung ke pemancar adalah sebagai berikut :
      a.       SSID nya harus sama
      b.      Security Profile nya juga harus sama
      c.       Band harus sama
      d.      Frequency harus sama

Untuk melakukan “Wireless Station Bridge” ikuti langkah-langkah berikut ini :

      1.      Remote ke-2 router mikrotik dengan winbox pada masing-masing PC.
      2.      Konfigurasi pada router pemancar dengan wireless Bridge.
    3.   Apabila pada router pemancar telah diaktifkan mode Wireless Bridge, sekarang kita tinggal membuat router penerima menjadi mode Wireless Station Bridge. Caranya denagn klik pada tab interflace wlan 1 lalu pada tab wireless klik “Scan..”
     4.   Langkah berikutya, klik start pada menu scan kemudian akan muncul SSID dari perangkat wireless pemancar yang berada di sekitar router anda (kita bisa pilih router yang kita konfigurasikan sebagai pemancar atau pilih AP lain yang juga bervendor MikroTik). Pilih SSID dari konfigurasi “Wireless Bridge”, yang sebelumnya kita buat, lalu klik pada SSID itu dan klik kolom Connect. Otomatis SSID akan berubah menjadi SSID dari router pemancar, dan untuk Security Profile kita bisa atur sesuai dengan AP yang kita hubungkan kemudian klik Apply Oke.




Apabila pada interface Wireless sudah bertandakan R (Running) maka konfigurasi “Wireless Station Bridge” telah berhasil, lalu jika kita ingin berkomunikasi dengan pemancar, kamu bisa konfigurasi IP secara manual atau konfigurasi DHCP Client.

Lab 43 - Wireless Bridge


Wireless Bridge

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Pada artikel kali ini saya akan membahas materi mengenai Wireless Bridge.Oke langsung pada ke materi.

Pada wireless Bridge ini memungkinkan koneksi wireless dimana satu perangkat/client terhubung dengan router secara point to point. Mode ini mampu mendukung jarak yang jauh sampai puluhan kilometer tergantung router yang dipakai. Hal ini disebabkan karena wireless bridge ini memancarkan jaringan wireless secara terpusat, sehingga bisa mencakup jarak yang juh sekalipun. Perbedaan antara AP Bridge dan Bridge adalah dari jumlah client yang terhubung dengan router, untuk “Bridge” hanya 1 client saja (point to point) dan untuk “AP Bridge” bisa lebih dari 1 client (point to multipoint).

Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi Wireless Bridge :

      1.  Buka aplikasi winbox terlebih dahulu
      2.  Pada menu atau tab wireless, klik 2x pada wlan 1 kemudian pilih mode Bridge denagn SSID isikan sesuai keinginan kita sendiri lalu Apply Oke.


      3. Langkah selanjutnya isi IP Address dengan IP 192.168.13.1/30, kenapa kita menggunakan /30? Karena kita hanya mempunyai 1 client, sehingga /30 sudah cukup untuk mencakup 1 client tersebut. Atur DHCP Server dengan (wlan 1). Dan pada DHCP Server sudah tampil address pool yang telah kita buat tadi.



Untuk konfigurasi router 2 sebagai “Station Bridge” akan dibahas pada lab atau artikel selanjutnya.
Sekian dulu artikel kali ini. Sekian

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Lab 42 - Wireless Ap Bridge


Wireless ap bridge

Pada MikroTik terdapat beberapa mode wireless pada interface wireless, antar lain :

      1.      AP Mode
a.       AP Bridge = wireless difungsikan sebagai access point (point to multi point).
b.      Bridge = mode ini hanya bis adikoneksi oleh 1 station/client, mode ini biasanya digunakan untuk point to point.
     2.      Station Mode
a.       Station : mode ini digunakan untuk connect ke AP Vendor lain seperti TP link atau cisco.
b.      Station Bridge : mode ini adalah mode MikroTik Propietary (untuk sesama MikroTik).
c.       Station-wds : kegunaannya sama seperti Station, bedanya adalah pada mode ini membentuk koneksi WDS dengan AP yang menjalankan WDS.
d.      Station-Pseudobridge-sama seperti Station tetapi dapat di Bridge.
e.       Station-Pseudobridge-clone- sama seperti station-pseudobridge, menggunakan station-bridge-clone-mac address untuk konek AP.
    3.      Special Mode
a.       Alignment-only-mode transmit secara terus menerus digunakan untuk positioning antena jarak jauh.
b.      Nstreme-dual-slave- digunakan untuk sistem nstreme-dual
c.       WDS-slave-sama seperti ap-bridge, namun melakukan scan ke AP dengan SSID yang sama dan lakukan koneksi dengan WDS. Apabila link terputus, akan melanjutkan scanning.

Pada Wireless AP Bridge atau “Wireless Access Point Bridge” memungkinkan terjadinya hubungan antara client dengan router secara point to multipoint. Mode AP Bridge ini memungkinkan terhubungnya banyak client dalam 1 access point, dan dapat membuat client terhubung dan dapat mengakses internet. Untuk menghubungkan client ke internet maka kita harus melakukan konfigurasi Router Gateway.

Untuk konfigurasi Wireless AP Bridge lakukan langkah-langkah berikut ini :

      1.      Buka aplikasi winbox terlebih dahulu dengan cara klik pada Mac Addressnya kemudian connect kan.
      2.      Pilih menu wireless, lalu enable kan wlan 1 dengan cara klik 2x. Kemudian klik pada tab wireless lalu pilih mode AP Bridge dan isikan SSID sesuai dengan keinginanmu kemudian apply Oke.


      3.      Setting IP dan DHCP Server pada wlan 1 agar client mendapat IP secara dynamic. Jika wlan 1 bercetak miring (menandakan interface tidak aktif) maka coba enable kan interface itu. Namun jika masih bercetak miring, artinya belum ada client yang mengakses access point tersebut. Kemudian konfigurasi router gateway agar client dapat terhubung ke internet.
      4.      Lalu langkah selanjutnya, sambungkan perangkat anda. Bisa berupa PC,Laptop atupun smartphone, dan pastikan client dapat mendapat IP dari DHCP Server. Kemudian untuk pembuktian coba akses internet dari sisi client.

Lab 41 Konsep Jaringan Wireless


Konsep Jaringan Wireless

Wireless atau nirkabel adalah salah satu cara untuk transmisi data tanpa perantara kabel. Contoh paling sederhana dari pengguna wireless adalah radio dan smartphone. Smartphone adalah perangkat wireless yang paling sering kita gunakan. Pada jaringan wireless MikroTik dikenal istilah wireless band, frequency channel, lebar channel, regulasi frekuensi dan mode frekuensi. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

      1.      Wireless Band
a.      Band merupakan mode kerja frekuensi dari suatu perangkat wireless.
b.   Untuk menghubungkan 2 perangkat, keduanya harus bekerja pada band frekuensi yang sama.


c.   Band 2,4 GHz adalah jenis band lama yang paling banyak digunakan untuk perangkat wireless berskala kecil, contohnya : smartphone dengan range frequency dari 2412-2499 MHz.
d.   Band 5,8GHz ini adalah band jenis baru, dan hanya digunakan untuk perangkat wireless berskala besar, seperti antena dengan frequency range dari 4920-6120MHz.

      2.      Frequency Channel
a.    Frequncy Channel adalah pembagian frekuensi dalam suatu band dimana access point (AP) beroperasi.
b.   Nilai-Nilai channel bergantung pada band yang dipilih, kemampuan wireless card, dan aturan/regulasi frekuensi suatu negara.
c.       Range frequency channel untuk maisng-masing band adalah sebagai berikut :
-          2,4 GHz = 2412-2499MHz
-          5 GHz =4920-6100MHz



      3.      Lebar Channel
a.       Lebar Channel adalah rentang frekuensi batas bawah dan batas atas dalam 1 channel.
b.      MikroTik dapat mengatur berapa lebar channel yang akan digunakan.
c.       Default lebar channel yang digunakan adalah 22MHz (ditulis 20MHz).
d.      Lebar channel dapat dikecilkan (5MHz) untuk meminimalisir frekuensi, atau dibesarkan (40MHz) untuk mendapatkan troughtput yang lebih besar.




      4.      Regulasi Frekuensi
a.   Setiap negara memiliki regulasi tertentu dalam hal frekuensi wireless untuk internet carrier.
b. Indonesia telah merdeka untuk menggunakan frekuensi 2,4GHz berdasarkan KEPMENHUB No.2/2005 berkat perjuangan para penggerak internet sejak tahun 2001.
c.  Regulasi tersebut dalam MikroTik di definisikan pada bagian wireless “country regulation”. Namun apabila ingin membuka semua frekuensi yang dapat digunakan oleh wireless card, dapat menggunakan pilihan “superchannel”.
d.  Untuk melihat jumlah channel frekuensi default MikroTik ada di menu wireless wlan1 wireless. Untuk melihat jumlah channel frekuensi untuk country regulation Indonesia ada di menu wireless wlan1 “Wireless Advanced Mode”.




      5.      Frequency Mode (Mode Frekuensi)
1.  Manual-tx-power Transmit power diatur manual (tidak menyesuaikan dengan negara tertentu).
2.  Regulation-domain Frekuensi Channel disesuaikan dengan frekuensi-frekuensi yang di ijinkan di suatu negara.
3.     Super channel membuka semua frekuensi yang bisa di support oleh wireless card.


Router OS mendukung beberapa modul radio (wireless card) untuk jaringan WLAN atau Wi-Fi (Wireless Fidelity). Untuk Wi-Fi memiliki standar dan spesifikasi IEEE 802.11 dan menggunakan frekuensi 2,4GHz dan 5,8GHz. Untuk perangakt MikroTik yang menggunakan Band 5,8GHz contohnya adalah RB LHG.