Senin, 02 September 2019

Lab 42 - Wireless Ap Bridge


Wireless ap bridge

Pada MikroTik terdapat beberapa mode wireless pada interface wireless, antar lain :

      1.      AP Mode
a.       AP Bridge = wireless difungsikan sebagai access point (point to multi point).
b.      Bridge = mode ini hanya bis adikoneksi oleh 1 station/client, mode ini biasanya digunakan untuk point to point.
     2.      Station Mode
a.       Station : mode ini digunakan untuk connect ke AP Vendor lain seperti TP link atau cisco.
b.      Station Bridge : mode ini adalah mode MikroTik Propietary (untuk sesama MikroTik).
c.       Station-wds : kegunaannya sama seperti Station, bedanya adalah pada mode ini membentuk koneksi WDS dengan AP yang menjalankan WDS.
d.      Station-Pseudobridge-sama seperti Station tetapi dapat di Bridge.
e.       Station-Pseudobridge-clone- sama seperti station-pseudobridge, menggunakan station-bridge-clone-mac address untuk konek AP.
    3.      Special Mode
a.       Alignment-only-mode transmit secara terus menerus digunakan untuk positioning antena jarak jauh.
b.      Nstreme-dual-slave- digunakan untuk sistem nstreme-dual
c.       WDS-slave-sama seperti ap-bridge, namun melakukan scan ke AP dengan SSID yang sama dan lakukan koneksi dengan WDS. Apabila link terputus, akan melanjutkan scanning.

Pada Wireless AP Bridge atau “Wireless Access Point Bridge” memungkinkan terjadinya hubungan antara client dengan router secara point to multipoint. Mode AP Bridge ini memungkinkan terhubungnya banyak client dalam 1 access point, dan dapat membuat client terhubung dan dapat mengakses internet. Untuk menghubungkan client ke internet maka kita harus melakukan konfigurasi Router Gateway.

Untuk konfigurasi Wireless AP Bridge lakukan langkah-langkah berikut ini :

      1.      Buka aplikasi winbox terlebih dahulu dengan cara klik pada Mac Addressnya kemudian connect kan.
      2.      Pilih menu wireless, lalu enable kan wlan 1 dengan cara klik 2x. Kemudian klik pada tab wireless lalu pilih mode AP Bridge dan isikan SSID sesuai dengan keinginanmu kemudian apply Oke.


      3.      Setting IP dan DHCP Server pada wlan 1 agar client mendapat IP secara dynamic. Jika wlan 1 bercetak miring (menandakan interface tidak aktif) maka coba enable kan interface itu. Namun jika masih bercetak miring, artinya belum ada client yang mengakses access point tersebut. Kemudian konfigurasi router gateway agar client dapat terhubung ke internet.
      4.      Lalu langkah selanjutnya, sambungkan perangkat anda. Bisa berupa PC,Laptop atupun smartphone, dan pastikan client dapat mendapat IP dari DHCP Server. Kemudian untuk pembuktian coba akses internet dari sisi client.

0 komentar:

Posting Komentar