Wireless Station
Assalamu’alaikum
Wr.Wb
Pada artikel yang saya tulis sebelumnya, saya telah
membahas materi mengenai salah satu mode penerima yaitu “Wireless Station
Bridge”. Dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas menegenai mode
penerima lain yaitu “Wireless Station”. Perbedaan dari ke-2 mode antara Station
Bridge dan Station adalah :
1.
Mode
Station Bridge
Hanya dapat menerima layanan wireless dari sesama router
MikroTik. Dan jika kita menggunakan Mode Station maka kita dapat menerima
layanan wireless dari berbagai vendor selain MikroTik seperti Cisco, Juniper,
TP-Link dan lain sebagainya.
2.
Station
Bridge
Dalam mode ini kita dapat melakukan bridge, sedangkan
apabila kita menggunakan mode Station, maka kita tidak dapat konfigurasi bridge
pada interface yang digunakan pada mode Station.
Jadi dapat disimpulkan pada Mode Station ini dapat
dipergunakan untuk router yang berbeda vendor, sedangkan pada Mode Station
Bridge hanya dapat menerima layanan wireless dari vendor yang sama.
Berikut ini
langkah-langkah konfigurasi untuk “Wireless Station” :
a. Langkah yang pertama remote dan loginlah ke MikroTik.
b. Pastikan disekitar kamu terdapat router yang bervendor
lain yang menjadi pemancar.
c. Lakukan scanning dan klik Start, kemudian pilih AP
bervendor non-MikroTik. Permisalannya adalah seperti tampilan berikut ini.
d. Dan pada mode yang semula yaitu “Station Bridge”, akan
berubah menjadi “Station” secara otomatis karena pemancar berbeda vendor.
e. Setelah kita mengkonfigurasikan wireless “Station”,
kemudian kamu bisa mulai emmbuat DHCP Client agar dapat berkomunikasi denagn
router si pemancar.
Sekian dulu ya pembahasan Wireless Station pada artikel
kali ini, dan tunggu artikel-artikel ku berikutnya yang masih membahas materi
seputar Wireless. Sekian
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

0 komentar:
Posting Komentar