Senin, 19 Agustus 2019

Cisco Fundamental

Assalamu’alaikum Wr.Wb


Pada artikel kali ini,saya akan mengulas mengenai Cisco Fundamental. Materi yang akan saya bahas pada kesempatan kali ini adalah sebagai berikut :

1. User mode, Privilege mode, Global configure mode
2. Cisco Enchanced Editing Command
3. Disable IP Domain Lookup
4. Konfigurasi Waktu Cisco
5. Konfigurasi Hostname
6. Melihat Konfigurasi
7. Menyimpan konfigurasi
8. Menghapus konfigurasi
9. Konfigurasi Password Cisco


Oke langsung saja kita ke materi. Apa sih Cisco itu?? Cisco adalah suatu alat yang banyak digunakan pada jaringan area luas atau WAN. Sebelum itu, topologi seperti ini atau desain lain yang berbeda di dalam Cisco Packet Tracer.


Nah disini saya akan menjelaskan tentang 3 mode yang di miliki oleh Cisco, diantaranya :
1. User Mode
2. Privilege Mode, dan
3. Global Configuration Mode

1. User Mode

User Mode merupakan tanda yang menandakan bahwa kita berada pada mode ini ( > ). 


Pada mode tersebut, jika kita tidak tau perintah apa saja yang kita gunakan, maka kamu bisa ketikkan ( ? ) maka nanti akan keluar suatu tampilan atau perintah apa saja yang bisa kita lakukan pada mode ini ( > ). Tapi dalam mode tersebut kita tidak dapat mengkonfigurasi Device (Switch) yang kita gunakan.



2. Privileged Mode

Jika kita berada pada mode ini, maka tandanya adalah seperti ini ( # ). Tapi jika kita ingin masuk pada mode kita ini maka pada User Mode ketikkan enable , baru setelah itu kamu akan bisa masuk ke Privileged Mode. Dan jika seperti mode sebelumnya kalian tidak tau apa saja yang bisa kita lakukan maka ketikkan ( ? ) maka nanti akan muncul perintah apa saja yang bisa kita lakukan.


3. Global Configuration Mode

Tanda bahwa kita telah masuk dalam Global Configuration Mode ini adalah (config)# dan untuk masuk ke mode ini adalah dengan mengetikkan perintah configure terminal pada Privileged Mode. Pada mode ini kita bisa mengkonfigurasi device Switch kita. Jika kita telah masuk pada mode ini, maka kita bisa menyingkat perintah dengan menggunakan tombol TAB pada keyboard.Dan untuk kembali pada Privilege Mode, kita hanya perlu menekan tombol ctrl+z .


4. Cisco Enchanced Editing Command

Berikut Cisco Enchanced Editing Command yang mungkin akan sangat sering digunakan oleh administrator ketika melakukan konfigurasi adalah sebagai berikut :

1. Ctrl + A : Memindahkan kursor ke awal line.
2. Ctrl + E : Memindahkan kursor ke akhir line.
3. Ctrl + B : Memindahkan kursor mundur satu karakter.
4. Esc + B : Memindahkan kursor mundur satu kalimat.
5. Ctrl + F : Memindahkan kursor maju satu karakter.
6. Esc + F : Memindahkan kursor maju satu kalimat.
7. Ctrl + D : Menghapus satu karakter.
8. Backspace : Menghapus satu karakter.
9. Ctrl +R : Menampilkan kembali line.
10. Ctrl + U : Menghapus line.
11. Ctrl + W : Menghapus kalimat.

5. Disable IP Domain Lookup

Ketika kita melakukan konfigurasi pada Cisco di Switch maupun Router, secara default fungsi pencarian DNS pada server telah diaktifkan. Fungsinya adalah untuk mencari perintah yang diketikkan pada server. Namun keterlambatan bagi pengguna jika perintah yang dicari atau diketikkan tidak ada merupakan kelemahan dari pengaktifan DNS Lookup. Karena hal itulah penonaktifan IP Domain Lookup sangat menguntungkan. 

Langkah-Langkah men-Disable IP Domain Lookup adalah sebagai berikut :

1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer kemudian daftarlah menggunakan akun email mu jika belum terdaftar, dan jika sudah terdaftar tinggal login (masuk) dengan email.
2. Aktifkan Privileged Mode dengan perintah enable
3. Jika tanda sudah berganti menjadi (#) , ketikkan perintah conf t atau configurasi terminal.
4. Jika kamu sudah dalam Global Configuration Mode, ketikkan no ip domain lookup seperti tampilan berikut ini.


6. Konfigurasi Waktu Cisco

Konfigurasi waktu pada cisco ini berguna untuk menyesuaikan waktu yang ada di suatu daerah dengan konfigurasi kita. Caranya jika kamu masuk pada mode CLI nya Switch, maka ketikkan perintah enable terlebih dahulu lalu ketikkan clock sset waktu pada saat kamu konfigurasi, tanggal, bulan, dan tahun pada hari itu seperti tampilan berikut ini.



7. Konfigurasi Hostname

Hostname adalah suatu nama yang bisa diberikan pada suatu konfigurasi. Pemberian hostname digunakan untuk mempermudah penggunaan dalam melakukan konfigurasi ketika lebih dari satu alat. 

Langkah-Langkah konfigurasi hostname dalam cisco adalah sebagai berikut :

1. Pada desain topologi yang telah kamu buat, klik 2x pada gambar Switch lalu posisikan pada tab CLI kemudian ketikkan perintah enable.
2. Langkah selanjutnya ketikkan perintah configurasi terminal atau bisa kamu singkat dengan perintah conf t.
3. Langkah yang terakhir untuk membuat hostname adalah dengan cara ketikkan perintah hostname DekDianAstri seperti tampilan berikut ini.


DekDianAstri adalah permisalan nama yang saya buat untuk hostname-nya, untuk kamu yang ingin membuat hostname bisa menggunakan nama sesuai keinginanmu.

8. Melihat Konfigurasi

Melihat suatu konfigurasi yang telah kita buat adalah suatu hal yang penting dan hal yang akan sering kamu lakukan, karena hal ini juga menjadi pertimbangan atau pemastian kita terhadap konfigurasi yang kita lakukan apakah sudah berhasil atau belum. Oleh sebab itulah saya disini akan sharing mengenai cara melihat konfigurasi pada Aplikasi Cisco Packet Tracer. Melihat konfigurasi pada Cisco terdapat 2 mode yaitu Mode Privileged dan Mode Global Configure. Cara atau langkah melihat konfigurasinya adalah seperti tampilan berikut ini.
Mode Privileged


9. Menyimpan Konfigurasi 

Menyimpan konfigurasi merupakan hal yang sangat penting dan pasti dilakukan dalam setiap pengonfikan yang telah dilakukan untuk atau agar dapat dibuka atau digunakan kembali pada waktu yang akan datang. Hal ini karena jika konfiguarsi tidak disimpan terlebih dahulu sebelum di shutdown atau di reboot maka semua konfigurasi akan hilang dan setiap butuh harus mendesainnya dari awal atau paling dasar. Cara menyimpan konfigurasi adalah seperti tampilan berikut ini.


10. Menghapus Konfigurasi

Dan guna atau fungsi dari penghapusan konfigurasi adalah untuk menghilangkan bagian konfigurasi yang salah dan yang memungkinkan kita akan salah pada bab atau saat pembelajaran selanjutnya, kita harus bisa mengantisipasinya dengan mengahpus konfigurasi yang salah agar pada pengonfikan selanjutnya bisa langsung berhasil. Cara penghapusan konfigurasi adalah seperti tampilan berikut ini.



11. Konfigurasi Password Cisco

Dalam mengkonfigurasi password pada Cisco terdapat 2 cara yaitu dengan cara enable password privilege mode dan dengan cara enable secret. Berikut ini tampilan perintah dalam membuat password di Cisco.



Sekian artikel yang saya buat pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat. Sekian

Wassalamu'alaikum Wr.Wb



Sabtu, 17 Agustus 2019

Lab 40 Firewall Chain Input

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Hay sobat semua... Kali ini saya akan membahas mengenai Firewall Filter dengan Chain Input. Oke langsung saja kita fokus pada materi atau lab yang akan kita bahas ya.

Pada Chain Input  ini berperan terhadap paket yang masuk ke dalam router. Konfigurasinya adalah sebagai berikut :

1. Pertama siapkan router agar bisa terkoneksi kepada public atau umum maupun ke local dan lakukan pengecekan koneksi dari client ke router, seperti tampilan berikut ini.


2. Dari gambar yang saya tampilkan diatas sudah terlihat jelas bahwa client telah terkoneksi ke router. Sekarang lakukan pengecekan koneksi dari router ke client dengan cara masuk pada tab new terminal kemudian ketikkan ip nya. Jika hasilnya sudah reply juga maka semua bisa saling terhubung. Berikutnya konfigurasi router seperti tampilan berikut ini.



3. Langkah yang selanjutnya cek atau buktikan dengan ping kembali IP tadi maka hasilnya akan request time out, dan apa yang kamu konfigurasi tadi telah berhasil. Tampilanny adalah sebagai berikut.


Sekian dulu ya artikel untuk pembahasan chain inputnya, untuk chain output akan saya bahas pada artikel berikutnya. Sekian

Wassalamu'alaikum Wr.Wb






Lab 38 ARP Mode (Enabled)

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Pada kesempatan kali ini saya akan menulis artikel mengenai ARP Mode Enable yang masih ada hubungannya dengan lab sebelumnya atau artikel saya sebelumnya. Oke langsung saja ke pokok pembahasan, Mode Enable  adalah mode default pada Interface MikroTik.

Fungsi dari ARP Mode Enable sendiri adalah untuk menjalankan pemetaan Mac To IP pada perangkat yang terhubung.

Cara konfigurasi ARP Mode Enable adalah sebagai berikut :

1. Loginlah pada Mikrotik dengan aplikasi winbox mu terlebih dahulu lalu masuk pada tab Interface lalu klik 2x pada interface yang ingin kamu ubah konfigurasinya menjadi mode enable, seperti pada tampilan berikut ini.


2. Lalu lakukan pembuktian atau pengecekan dengan menuju tab IP-ARP dan lihat pada ARP List. Maka disitu akan terlihat pemetaan IP yang berjalan di interface ether 1 dan ether 2 yang berlabel seperti gambar berikut ini.


Sekian artikel yang saya buat kali ini, untuk materi berikutnya akan saya bahas pada artikel berikutnya. Sekian

Wassalamu'alaikum Wr.Wb


Lab 37 ARP Mode (Disabled)


Assalamu’alaikum Wr.Wb

Pada kesempatan kali ini, saya akan menulis artikel mengenai materi ARP dengan Mode Disabled. Sebelumnya saya akan menjelaskan apasih ARP itu ???

ARP adalah singkatan dari Address Resolution Protocol yang merupakan sebuah protocol yang bekerja pada layer 2 dan layer 3 (OSI Layer). ARP memiliki fungsi untuk mencari MAC Address dari setiap hardware yang berada pada suatu jaringan LAN.

Pada MikroTik terdapat beberapa Mode ARP yaitu sebagai berikut :
      1. ARP Mode Disabled
      2. ARP Mode Enable
      3. ARP Mode Reply-Only
      4. Proxy ARP

Namun pada artikel ini saya akan fokus membahas ARP Mode Disabled, untuk ARP yang lainnya akan saya bahas pada artikel berikutnya. Mode Disabled artinya menghilangkan atau menonaktifkan pemetaan Mac atau IP, dengan menggunakan ARP Disabled  ini maka IP yang akan di disable tidak ada dalam listnya.

Oke langsung saja kita mulai mengonfig mengenai ARP Mode Disable :

      1.  Loginlah pada Mikrotik terlebih dahulu, kemudian pada tab interface pilih ether yang ingin kamu disable. Disini saya akan mendisable pada ether 1, dengan cara klik 2x pada tulisan atau alamat yang tertulis ether 1 lalu pada kolom ARP ubah menjadi disable kemudian Apply OK, seperti tampilan berikut.


      2. Setelah perintah diatas dilakukan, buktikan atau tes apakah sudah IP yang kamu disable tadi sudah berhasil atau belum. Caranya dengan klik pada tab IP-ARP, kemudian jika terdapat atau muncul IP maka itu artinya konfigurasimu untuk mendisable tadi telah berhasil. Tampilannya adalah seperti dibawah ini.


Nah sekian dulu artikel atau pembahasan mengenai konfigurasi ARP Mode Disable nya ya, tunggu artikel berikutnya. Sekian

Wassalamu’alaikum Wr.Wb




Jumat, 16 Agustus 2019

Lab 39 ARP Mode Reply-Only

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai ARP Mode Reply-Only, dimana Mode ini banyak digunakan sebagai fitur keamanan pada MikroTik.  Untuk prakteknya kita akan membuat pemetaan ARP menjadi static, sehingga bila client mengubah IP nya berbeda dengan yang ada di ARP List dia tidak dapat berkomunikasi.

Oke langsung saja pada konfigurasinya adalah sebagai berikut :
1. Loginlah ke mikrotik terlebih dahulu, kemudian lakukan konfigurasi IP dan DHCP Server dengan alamat RB 192.168.9.1, dan pastikan client dapat ping ke router seperti pada gambar berikut ini.


2. Setelah perintah diatas dilakukan, cek pada IP-ARP List apakah sudah dynamic atau belum. Jika sudah sekarang klik 2x pada IP si client lalu buat menjadi Mac Static dengan cara klik "Mac Static".


3. Pada ARP List lihat apakah tanda D (dynamic) pada IP Client ether 2 telah hilang atau belum. Jika tanda D telah hilang maka client telah berhasil untuk dibuat Static. Selanjutnya rubah mode ARP pada ether 2 yang tadinya Enable menjadi Reply-Only seperti tampilan berikut.


4. Dengan konfigurasi di atas client tidak dapat merubah IP nya secara sembarangan, karena jika dirubah maka mereka tidak akan bisa berkomunikasi dengan Router. Untuk pembuktiannya sekarang konfigurasi IP secara manual  yang penting masih satu jaringan, seperti tampilan berikut.


5. Langkah yang terakhir lakukan pengujian dengan ping ke alamat router tadi yaitu 192.168.9.1, maka client tidak akan bisa berkomunikasi dengan router.


Kesimpulannya IP yang dikonfigurasi secara manual tidak terdaftar pada ARP List MikroTik dan tidak dapat berkomunikasi dengan Router.

Sekian Artikel kali ini, tunggu artikel berikutnya. Semoga bermanfaat

Wassalamu'alaikum Wr.Wb





Kasus Sederhana Cisco Fundamental


Assalamu’alaikum Wr.Wb

Oke pada pertemuan kali ini saya akan mengupas suatu kasus  mengenai Cisco Fundamental. Tapi sebelumnya saya akan memberi pemahaman mengenai apa sih Cisco itu???

Cisco Packet Tracer adalah simulator alat-alat yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer.

Fungsi dari Cisco Packet Tracer adalah untuk merancang sebuah system atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata, selain itu dengan adanya aplikasi ini kita di permudah dalam penggunaan, pemahaman, dan murahnya biaya yang kita keluarkan.

Nah sekarang lanjut ke pengupasan kasusnya. Misalnya kita di hadapkan pada kasus berikut :
      1.       Buat Topologi dengan 3 Switch
      2.       Setiap Switch harus memiliki hostname yang berbeda
      3.       Setiap Switch terdapat 6 PC
      4.       Beri secret pada masing-masing Switch
      5.       Simpan konfigurasi switch anda
      6.       Lakukan write pada switch anda
      7.       Simpan dengan Format (.pkt)

Sekarang untuk menyelesaikan kasus diatas, simak konfigurasi atau gambar serta penjelasan dibawah ini :
    1.  Langkah yang pertama adalah buka aplikasi Cisco Packet Tracer, tampilan Aplikasinya adalah sebagai berikut.


     2.  Setelah Aplikasi terbuka, login dengan cara masukan email dan passwordmu kemudian mulai desainmu dengan menggambar 3 topologi, seperti tampilan berikut ini.


      3.  Ingat ya, untuk bentuk desainnya tadi tidak harus sama seperti yang saya buat. Nah selanjutnya kita buat hostname pada masing-masing switch, caranya dengan klik 2x pada gambar switch lalu akan muncul tampilan klik pada tulisan CLI lalu mulai config atau ketikkan perintah berikut.


       4.  Selanjutnya pada perintah yang ke-4 kita disuruh untuk memberikan Secret pada masing-masing switch. Sekarang ketik perintah pada tab CLI Switch seperti tampilan berikut.


Maksud dari perintah (23Desember2002) yang saya tulis adalah sebagai password dari hostname yang telah kita buat tadi, saya sarankan buat password yang mudah kalian ingat, karena nanti ketika kamu masuk kamu harus memasukkan password tersebut pada configurasimu sebelumnya yang ingin kamu lihat kembali sewaktu-waktu.

       5.  Sekarang simpan semua konfigurasi yang telah kamu buat tadi dengan perintah seperti berikut. Tetapi sebelum menyimpannya dengan perintah (show running konfig) ketikkan perintah (ex) terlebih dahulu untuk membuatnya berubah menjadi privilege.


      6.  Langkah yang berikutnya adalah buat agar Switch kamu menjadi write, dengan cara ketikkan perintah berikut. 


Yang terakhir save as semua konfigurasi atau file pengerjaaanmu tadi dengan format (.pkt).

Sekian dulu ya tutorial atau artikel penyelesaian kasus sederhana yang saya buat, dan tunggu artikel saya selanjutnya. Sekian

Wassalamu’alaikum Wr.Wb