Selasa, 31 Desember 2019

Management Hak Akses Pada Linux

Bab 3 – Management User dan File
Management Hak Akses

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.. Oke artikel kali ini kita akan belajar menegani hak akses pada linux. Pasti banyak yang belum tau, apasih Hak Akses itu?? Hak Akses pada Linux merupakan hal yang sangat penting karena dengan adanya hak akses kalian dapat mengatur siapa saja pengguna yang dapat akses file atau direktori yang ada.

Hal ini dapat juga kalian sebut sebagai keamanan sistem. Dan yang dimaksud Management Hak Akses sendiri adalah kepemilikan dari file atau direktori dengan mengatur hak akses kita sendiri. Dalam Management Hak Akses, setiap gilr pada sistem linux termasuk ledalam direktori yang dimiliki oleh pengguna dan suatu group tertentu.

# Berikut pembagian Hak Akses yang ada pada Linux :
a. User
Secara default pengguna yang membuat file atau direktori akan menjadi pemiliknya.
b. Group
Memiliki hak akses yang sama bagi seluruh pengguna yang ada di group tersebut.
c. Other
Yang tidak membuat file bukan termasuk pemilik dan kelompok atau group yang sama.

# Ada beberapa karakter yang harus kalian ketahui dalam hak akses :
1. Read Permission (r) = Dapat dibuka dan dibaca, yang artinya kalian dapat melihat daftar isi direktorinya pada hak akses ini.
2. Write Permission (w) = Dapat menambah, menghapus, dan mengubah file dalam direktori.
3. Execute Permission (x) = Dapat menjalankan file sebagai program atau shell script.
4. No Permission(-)

# Berikut contoh konfigurasi hak alses pada Ubuntu Server 18.04 :
1. Langkah yang pertama kita akan konfigurasi hak akses dengan cara simbolik. Caranya dengan buat folder baru dengan perintah (mkdir belajar), kemudian lihat daftar filenya dengan menuliskan perintah (ls -l). Berikut tampilannya.


2. Untuk mengatur hak izin aksesnya, apakah akan diberi izin read, write atau execute itu terserah keinginan kalian. Disini saya memberi direktori belajar dengan hak akses read. Perintahnya adalah sebagai berikut.


Dapat kalian lihat, bahwa hak akses telah berubah dari yang tadinya default dari pengaturan, setelah diatur berubah sesuai yang kita izinkan. Dan maksud dari perintah tersebut adalah sebagai berikut :
(=) berarti untuk menambah baru
(rwx) berarti hak akses yang akan diizinkan
(a) berarti untuk keseluruhan

3. Selanjutnya ketikkan perintah chmod g+x untuk memberikan hak izin akses bagi group yang telah dibuat barusan. Arti dari perintah tersebut adalah sebagai berikut :
(g) berarti group yang ingin diberikan izin akses
(+) berarti menambah
(x) berarti mengeksekusi atau izin yang diberikan terhadap group
Berikut tampilan pemberian hak izin aksesnya.


4. Setelah mencoba mengubah hak akses dengan cara simbolik, sekarang kita akan mencoba mengubah hak akses dengan menggunakan numerik. Sebelumnya kalian harus mengetahui model numerik yang ada dalam hak akses diwakili oleh 3 digit :
Read (r) = 4
Write (w) = 2
Execute (x) = 1
Tidak ada izin (-) = 0


Oke sudah dulu ya artikel kali ini, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Management User dan Group Ubuntu Server 18.04

Bab 3 – Management User dan File
Management User dan Group

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh… Pada artikel kali ini saya akan membahas materi mengenai Management User dan Group pada Ubuntu Server 18.04. Sebelumnya, kalian pasti bertanya-tanya apasih Management User dan Group itu?? Oke langsung saja kita mulai materinya ya guys..

Pertama kita akan membahas Management User lebih dulu, Management User merupakan fitur yang memberikan administrator sebagai super user untuk mengatur atau mengelompokkan dan mencabut akun-akun selain akun miliknya. Selanjutnya apasih Management Group itu?? Sebenarnya pengertiannya sama dengan user barusan, bedanya kalo user itu bersifat privat (pribadi) sedangkan Group lebih ke pengelompokkan beberapa user menjadi satu ruang agar mudah diingat atau dicari oleh seorang administrator.

# Tujuan dari pembuatan management user dan group adalah sebagai berikut :
a. Pendaftaran nama untuk login
b. Pembekuan nama login user
c. Penghapusan nama login user
d. Pembuatan group baru
e. Pembagian group bagi user
f. Penghapusan group
g. Pengamanan file-file password

# Oke langsung saja kita mulai konfigurasi Management User dan Group pada Ubuntu, caranya adalah sebagai berikut :

1. Langkah yang pertama buat user baru terlebih dulu pada ubuntu kalian. Terdapat 2 cara atau perintah pada sistem operasi linux yaitu (adduser) dan (useradd). Keduanya memiliki fungsi yang sama yakni menambah user, hanya saja adduser selain menambahkan user pada sistem operasi, dia juga memberikan informasi terkait user yang dibuatnya. Sedangkan useradd hanya menambah user tanpa memberikan informasi apapun. Berikut contoh pembuatan user barunya.



2. Usai membuat user pada ubuntu, pastinya sebagai keamanan kalian perlu membuat password-nya juga supaya tidak dapat diakses oleh sembarangan orang. Berikut perintah membuat password pada user.



3. Apabila suatu ketika user sudah tidak dibutuhkan lagi, kalian dapat menghilangkannya atau bisa disebut dengan mengahapusnya di sistem operasi kalian. Cara menghapus user, lihat gambar berikut.



4. Setelah membuat user, kalian juga perlu membuat group baru agar user kalian dapat dikenali dengan mudah dalam jumlah yang banyak. Caranya yaitu dengan mengelompokkannya dalam satu wadah yang disebut group. Cara membuat groupnya, lihat tampilan berikut.



5. Dan sama seperti user tadi, apabila sudah tidak digunakan lebih baik dihapus agar tidak menghambat pengerjaan yang membuat kalian bingung karena banyaknya nama group yang ada, hehe. Lihat tampilan berikut untuk lebih jelasnya.



Sekian dulu ya artikel kali ini, jangan lupa terus kunjungi blogku untuk berbagi ilmu baru dan semoga bermanfaat.

Perintah Dasar Pada Linux

Bab 2 - Linux Fundamental
Perintah Dasar Pada Linux

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh... Nah temen-temen yang mau berkecimpung pada dunia administrator jaringan, kalian harus tau nih perintah dasar yang ada pada linux. Sebenarnya kalian tidak dituntut untuk menghafal setiap perintahnya, hanya saja dengan sering kalian ulang-ulangi perintah tersebut, maka akan hafal atau terbiasa dengan sendirinya. Oke lebih jelasnya simak beberapa perintah dasar yang umum pada linux.

1. Mkdir : Untuk membuat direktori
2. Ls : Melihat daftar direktori
3. Cd : Mengubah direktori
4. Cp : Untuk copy file dan direktori
5. Mv : Untuk memindah (mengganti nama) file
6. Rm : Untuk menghapus file atau direktori
7. Cat : Untuk melihat perintah yang bisa dilakukan
8. Passwd : Membuat password
9. Chmod : Untuk mengganti file permission
10. Reboot : Restart system
11. Shutdown -h now : Untuk mematikan system

Cukup sekian dulu ya materi kali ini, untuk lebih lengkapnya kalian akan temui pada konfigurasi selanjutnya pada linux. Semoga bermanfaat

Distribusi Pada Linux (Distro Linux)

Bab 2 - Linux Fundamental
Distribusi Pada Linux (Distro Linux)

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh... Pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi mengenai Distribusi Linux. Kalian pasti bertanya-tanya, apasih distribusi linux itu?? Distribusi linux atau yang lebih dikenal dengan dengan distro linux ini merupakan perangkat lunak itu sendiri, yang dapat berupa perangkat lunak bebas/ komersial. Dan banyak yang beranggapan bahwa linux adalah System Operasi halnya Windows. Linux sendiri hanya berupa kernel yang menjadi jalan software dengan perangkat keras komputer.

Macam-Macam Distro Linux :
a. RedHat
Dikembangkan oleh perusahaan RedHat Inc dan merupakan sistem operasi yang pertama mempopulerkan penggunaan sistem RPM Package ManLinux.
b. CentOS
Merupakan distro yang memiliki singkatan  dari community enterprise operating system yang dikembangkan oleh The CentOS Project.
c. Fedora
Distro linux ini dikembangkan karena disponsori dan didukung oleh RedHat, dan distro ini dibuat oleh tim khusus yaitu Fedora Project.
d. OpenSUSE
Sering digunakan sebagai sistem operasi dekstop/server.
e. Debian
Merupakan distro yang memiliki security yangyang bagus sehingga banyak digunakan.
f. Ubuntu
Dikembangkan oleh perusahaan Afrika Selatan yaitu Canonical Itd.
g. Mint
Distro linux ini berbasiskan debian dan ubuntu.

Sekian dulu ya materi hari ini, jangan lupa terus update artikel-artikelku berikutnya..dan semoga dapat bermanfaat bagi kalian.

File System Pada Linux

Bab 2 - Linux Fundamental
File System Pada Linux

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..Pada artikel kali ini saya akan membahas materi mengenai File System pada Linux. Oke langsung saja simak materinya ya guys...

Berikut file system yang ada pada linux :
a. Second Extended (EXT2)
Jenis file system ini, merupakan jenis yang cepat dan stabil [powerfull] maksimal 255 karakter, memerlukan blok untuk root.
b. Third Extended (EXT3)
Jenis file system yang berfungsi untuk merekam data sehingga mempermudah proses recovery.
c. Fourth Extended (EXT4)
Merupakan file system yang memiliki kecepatan dalam melakukan booting dan membaca data.
d. FAT16 (File Allocation Table 16)
Merupakan file system yang dapat bekerja pada banyak system.
e. FAT32 (File Allocation Table 32)
Merupakan file system yang memudahkan kita dalam hal komunikasi jaringan yang menggunakan WindowsXP.
f. NTFS (New Technology File System)
Merupakan file system yang memiliki enkripsi data yang sulit ditembus atau memiliki keamanan tinggi.

Sekian dulu materi kali ini, semoga bermanfaat ya..

Struktur Direktori / Folder Pada Linux

Bab 2 - Linux Fundamental
Struktur Direktori / Folder Pada Linux

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...Pada artikel kali ini kita akan membahas materi mengenai struktur direktori yang ada pada linux. Sebelum melangkah lebih jauh atau mulai praktek tentang materi selanjutnya yang ada di linux, kalian harus lebih dulu paham mengenai direktori apa saja yang ada pada linux. 
Hal ini berfungsi mempermudah kalian dalam konfigurasi nanti supaya tidak asal praktek tapi juga paham materinya. Selain itu dengan memahami apa saja direktori yang terdapat beserta fungsinya hal ini mencegah menghambat pengerjaan atau proses belajar kalian kedepannya.

Oke langsung saja, berikut daftar direktori yang ada di linux beserta fungsinya :
/               : Merupakan direktori yang membawahi semua direktori penting lainnya.
/bin/        : Berupa ile-file eksekusi yang berisi syntax umum pada linux.
/boot/     : Berisi file penting yang dipakai untuk melakukan proses booting system linux.
/etc/        : Berisi file-file konfigurasi system.
/home/   : Merupakan rumah bagi user, dimana direktori ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan data milik user.
/media/  : Merupakan direktori sementara yang bersifat removable.
/root/      : Menyimpan semua file konfigurasi user.
/sbin/      : Berisi file untuk pemeliharaan system. Contoh : ifconfig, shutdown, reboot, Ismod, dll.
/dev/       : Merupakan perangkat file untuk perangkat, Contoh : disk drive, port serial.
/usr/        : Berisi program yang bisa di akses oleh user (program source code).
/mnt/       : Mount Point untuk temporary oleh system administrator.
/opt/        : Berisi paket aplikasi tambahan.
/tmp/       : Merupakan direktori tempat menyimpan file temporeri.
/var/         : Menyimpan informasi proses, seperti system history access logs, dan error logs.
/lib/           : Berisi file-file library dari aplikasi yang ada di system.

Sekian dulu ya materi pada artikel kali ini, dan untuk fungsi direktori yang belum saya cantumkan kalian bisa tambah wawasan dengan mencari di artikel lainnya. Karena direktori yang saya beri fungsi di sampingnya tersebut, itu direktori yang umum atau sering digunakan. Semoga menambah pengetahuan kalian dan tunggu artikel-artikel berikutnya.

Mengenal Sistem Operasi Jaringan (GNU/Linux)

Bab 1 - Pengenalan Sistem Operasi Jaringan
Mengenal Sistem Operasi Jaringan (GNU/Linux)

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.. Pada artikel kali ini kita akan mulai membahas materi mengenai Sistem Operasi Jaringan yaitu Linux. Bagi kalian yang ingin berkecimpung dalam devisi Sistem Administration Jaringan, wajib banget harus tau sejarahnya ini. Oke langsung saja baca materinya ya.

A. Linux [Linus Unix] merupakan sebuah operating system (OS) yang dibuat oleh Linus Torvald yang awalnya terinspirasi oleh minix. Minix sendiri adalah suatu proyek yang menyerupai sistem unix, sampai hasil karyanya dinamakan dengan istilah kernel linux.
Linux sendiri secara komplit (GNU/Linux) dirilis pada tanggal 14 Maret 1994, yang setelah 3 tahun mengalami masa pengembangan oleh para programmer diseluruh dunia. Dan sekarang ini linux telah digabung dengan program-program dari GNU yang biasa dikenal dengan istilah distro linux.

B. Tux, Pinguin Maskot Linux
Berbeda dari komersial produk lain, linux ini memiliki logo atau simbol berupa pinguin yang menggambarkan sikapnya yang santai saat berjalan. Logo ini bermula dari pengalaman sang penemu yang jaringan pernah di gigit oleh pinguin kecil hingga beliau mengalami demam selama berhari-hari. Dari pengalaman tersebulah penemu memilih pinguin sebagai simbol dari produk buatannya itu. Tujuan atau harapan dati pemilihan simbol atau logo pinguin adalah beliau berharap user menjadi demam menggunakan sistem operasi yang beliau buat tersebut.

Sekian dulu ya untuk sejarah atau pengenalan Sistem Operasi Jaringan kali ini, semoga artikel ini dapat menambah pengetahuaFundamental

Rabu, 25 Desember 2019

CISCO - Spanning Tree Protocol (STP)

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…Pada artikel kali ini saya akan membahas materi mengenai Spanning Tree Protocol atau yang sering di singkat dengan STP pada Cisco Packet Tracer ya guys. Eh tapi sebelumnya apa sih Spanning Tree Protocol (STP) itu???

Spanning Tree Protocol (STP) adalah suatu protocol yang memiliki fungsi mencegah terjadinya looping pada switch yang ditandai dengan salah satu interface akan berwarna orange pada salah satu switch. Nah bagi kalian yang belum tau apasih looping itu, simak penjelasan berikut. Looping merupakan perputaran data yang terjadi terus-menerus pada switch yang menyebabkan data tidak dapat sampai pada tujuannya.

# Berikut adalah Jenis Port yang ada di STP :
a. Port Khusus = Port yang terbaik (prioritas terendah), yang memiliki kegunaan untuk mem-forward paket data.
b. Root Port = Port yang terhubung ke Root Bridge.
c. Blocking Port = Port yang akan diblock berdasarkan Priority dan Mac Address terbesar dari suatu switch.

Oke langsung saja sekarang kita mulai konfigurasinya, caranya adalah sebagai berikut :

1. Langkah yang pertama, buat topologi dari STP terlebih dahulu. Berikut contoh tampilan topologi dari STP.

Dari paparan diatas sudah terlihat jelas bahwa salah satu switch mengalami looping, buktinya pada Switch0 berwarna orange.

2. Selanjutnya, beri nama/hostname pada masing-masing switch dengan ketentuan yang sudah saya tentukan pula pada topologinya. Ets jangan lupa sebelum menuliskan perintah untuk membuat hostname, pada Switch< yang artinya masih berada pada User Mode ubah menjadi Privilage Mode dengan menuliskan perintah enable. Kemudian ketikkan perintah conf t untuk memindahkannya dari Privilage Mode menjadi Global Configuration Mode, baru kalian bisa memulai untuk membuat nama/hostname nya. Berikut untuk lebih jelasnya.



3. Perintah berikutnya adalah do sh spanning-tree yang fungsinya untuk melihat port yang aktif pada switch tersebut.



Terlihat pada Switch0 tersebut, bahwa antarmuka dari switch fa0/3 yang mengalami pemblokiran. Hal ini disebabkan karena Switch tersebut memiliki Mac address terbesar, dan untuk mengubah priority pada switch tersebut agar tidak terblokir adalah dengan mengetikkan perintah spanning-tree vlan 1 priority 10 untuk melihat berapa saja priority yang di izinkan untuk digunakan.

4. Sekarang kita coba lihat dulu priority yang diizinkan untuk digunakan, perintahnya adalah sebagai berikut.



5. Selanjutnya kita akan merubah priority pada Switch0 saja, karena yang mengalami pemblokiran adalah pada switch tersebut. Cara merubahnya yaitu dengan mengetikkan perintah spanning-tree vlan 1 4096. Atau terserah sesuai angka yang telah diizinkan pada tampilan diatas tadi.


Maksud dari perintah diatas adalah untuk mengubah prioritasnya agar lebih kecil sehingga switch tidak lagi terblokir, dan warna orange tadi akan berpindah pada switch lain.Dan kalimat “This Bridge Is The Root” memiliki arti bahwa switch tersebut telah menjadi Root Bridge, hal ini dikarenakan switch tersebut memiliki Mac Address yang terendah.

6. Untuk pembuktiannya dapat kalian lihat pada posisi warna orange di switch yang telah berubah berikut.


Oke sekian dulu ya artikel kali ini, semoga bisa bermanfaat. Dan tunggu artikel-artikelku berikutnya..










Kamis, 12 Desember 2019

Lab 2 – Installasi Bind9 di Ubuntu 18.04

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas materi tentang cara installasi bind9 pada Ubuntu 18.04. Oke langsung saja ya…

Bind9 atau Berkeley Internet Name Domain Versi 9 adalah salah satu software yang biasa digunakan untuk membuat, membangun dan mengatur sebuah DNS (Domain Name Server) pada system operasi linux.

Fungsi dari bind9 sendiri adalah untuk membuat DNS. DNS bekerja pada konsep client server, yang diterapkan pada server pusat yang memiliki wewenang untuk mengelola beberapa nama domain dan mengacu kepada beberapa domain lainnya yang dikelola server DNS lain.

Oke langsung saja kita mulai konfigurasinya, caranya adalah sebagai berikut :

1. Masuklah pada Ubuntu kalian sebagai root, caranya dengan ketikkan perintah sudo su dan jika pada Ubuntu kalian telah kalian setting password sebelumnya, maka isi juga pada passwordnya. Berikut tampilannya.


2. Setelah masuk ke root, install bind9 pada Ubuntu dengan cara ketikkan perintah apt install –y bind9.


3. Saya telah menginstall bind9 sebelumnya. Maka ketika saya ketikkan perintah install bind9 lagi, muncul informasi bahwa bind9 telah terinstall di Ubuntu saya.


Sekian artikel tentang install bind9 kali ini, selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya…

Lab 1 – Konfigurasi IP Address Ubuntu Server 18.04


Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…Pada Artikel kali ini saya akan membahas materi mengenai IP Address pada Linux, oke langsung saja ke materi ya guys…

Alamat IP atau yang biasanya disebut dengan IP Address adalah suatu deretan angka binery antara 32-128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk setiap komputer dalam jaringan Internet.

IP Address sendiri memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai alat identifikasi host atau antar muka jaringan (network interface) dan sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi tersebut bisa kalian ibaratkan sebagai nama untuk mengetahui siapa sih dia itu?. Untuk format IP Address, itu terdiri dari 32 bit yang dipisahkah oleh tanda titik disetiap 8 bitnya. IP Address dapat dituliskan sebagai berikut : 00000000.00000000.00000000.00000000

Oke Sekarang kita mulai konfigurasi IP Address nya, caranya adalah sebagai berikut :

1. Langkah yang pertama pastikan kalian sudah menginstall Ubuntu pada PC/Laptop kalian, kemudian ketikkan perintah nano /etc/netplan/50-cloud-init.yaml. Untuk lebih jelasnya lihat tampilan berikut.


2. Selanjutnya, kalian akan disuguhkan terhadap suatu tampilan dimana pada tampilan tersebut kalian isi dengan IP Address yang ingin kalian gunakan sebagai alamat Ubuntu kalian ya. Berikut cara pengisiannya..ets jangan sampai kurang spasi atau kelebihan 1 titik/koma ya, karena linux sangat sensitive terhadap kesalahan..hehe


3. Selesai mengisi atau mengedit IP Address tadi, simpan dengan cara CTRL X ketikkan Y lalu tekan Enter.

4. Lakukan restart Ubuntu kalian setelah membuat IP Address dengan cara ketikkan perintah netplan apply.


5. Berikutnya lihat apakah IP Address yang telah kita buat barusan sudah terdaftar di Ubuntu kita atau belum, caranya ketikkan perintah ip add


6. Terakhir, jika IP Address tadi sudah ada pada Ubuntu, coba lakukan pengujian dengan cara ping IP yang kalian buat dan ping juga ke 8.8.8.8. Dan apabila hasilnya TTL maka konfigurasi IP Address kalian telah berhasil.




Mudah bukan membuat IP Address pada Linux Ubuntu?? Hehe..selamat mencoba dan jangan lupa untuk update artikel-artikel ku berikutnya ya.

Rabu, 11 Desember 2019

Lab 56 - EoIP Tunnel

Assalamu’aikum Warohmatullohi Wabarokatuh…Pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi tentang EoIP Tunnel, oke berikut sedikit penjelasannya sebelum melangkah ke konfigurasinya.

EoIP Tunnel adalah program tunnel yang hanya ada pada perangkat MikroTik yang digunakan untuk membangun network tunnel. EoIP tunnel tidak menggunakan enkripsi dalam pengiriman paket datanya, tidak disarankan menggunkan EoIP Tunnel untuk transfer data yang memiliki keamanan yang tinggi.

Cara konfigurasinya adalah sebagai berikut :

1. Langkah pertama buat EoIP pada Router 1 terlebih dahulu, caranya pilih pada menu Interfaces kemudian klik EoIP Tunnel.


2.  Selanjutnya akan muncul tampilan, isi pada Name nya dengan nama yang kalian inginkan ya… Disini saya menamainya dengan (eoip-tunnel_R1), lalu jangan lupa isi Remote Address dengan IP Public dan isi juga Tunnel ID nya.


3. Pastikan hasil dari konfigurasi EoIP kalian bertanda R yang artinya Running.


4. Langkah yang berikutnya yaitu membuat IP Address pada Router 1 yang mengarah pada EoIP yang telah kita buat tadi.



5. Setelah membuat IP Address, sekarang buat IP untuk Routingnya. Caranya dengan pilih pada menu IP kemudian Route lalu klik add (+) dan isi pada Dst.Address nya dengan IP Router lawan dan Gateway lawan pula.



6. Dan hasil dari konfikurasi routing kita adalah AS, yang artinya Active Static (berhasil).


7. Active kan RoMON pada Router 1, caranya pilih menu Tools kemudian klik RoMON lalu enable kan dengan cara mencetangnya lalu OK.


8. Selanjutnya cari Router yang ingin kamu RoMON, disini saya mencari Router yang memiliki identity Web_MitaNurul maka saya akan men-connect kannya pada router tersebut.


9. Pada Router 2 ini, buat EoIP, caranya sama persis dengan Router 1 tadi. Berikut Tampilannya.


10. Buat IP Address dengan alamat sesuai keinginan kalian, dan arahkan pada EoIP yang barusan kalian buat pada Router 2.


11. Berikutnya buat Route juga pada router 2 dengan alamat IP dan Gateway Router 1, caranya sama seperti tadi.


12. Untuk pembuktiannya, kita bisa lakukan lewat New Terminal lalu ketikkan perintah ping IP lawan Router 1 dan sebaliknya.





Lab 55 - L2TP Tunnel

Assalamu’alikum Warohmatullohi Wabarokatuh… Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas materi mengenai Tunnel yaitu L2TP. L2TP adalah salah satu service VPN yang terdapat di MikroTik yang memiliki kepanjangan Layer 2 Tunneling Protocol. L2TP merupakan pengembangan dari PPTP yang ditambah L2F. Network Security Protocol dan enkripsi yang digunakan untuk autentikasi sama dengan PPTP.

Oke langsung saja kita mulai konfigurasinya, caranya adalah sebagai berikut :

1. Pertama pilih pada menu PPP kemudian pada tab Interface pilih L2TP Server kemudian klik enable.


2. Selanjutnya masuk pada tab secret, lalu isikan username, password dan pilih service nya l2tp serta isikan Local dan Remote Addressnya.


3. Pada Router 2 pilih menu Interface klik add (+) kemudian klik L2TP Client.


4. Pada tab Dial Outnya, isi IP Router 1 serta username dan passwordnya harus sama. Untuk pengecekannya konfigurasi pada  Router 2 akan bertanda R dan Router 1 DR.


Lab 54 - PPTP Tunnel


Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas materi mengenai PPTP Tunnel. Berikut sedikit penjelasan mengenai PPTP sebelum kita melangkah ke konfigurasinya ya guys…

PPTP (Point to Point Tunnel Protocol) adalah suatu paket terselubung (encapsulation) di jaringan, yang biasanya di ibaratkan sebagai trowongan atau jalur penghubung. PPTP berdasarkan protocol tunnelling masuk kedalam protocol Layer 2 yaitu Data Link Layer.

PPTP biasa digunakan untuk membangun VPN (Virtual Protocol Network) yang fungsinya untuk mentranslate atau menghubungkan data secara cepat. VPN sendiri adalah sesuatu yang terbentuk dari beberapa tunnel yang digabungkan, dan VPN ini termasuk ke dalam protocol Layer 3 yaitu Network Layer.

Oke langsung saja sekarang kita masuk ke konfigurasinya, caranya adalah sebagai berikut :

  1. Langkah yang pertama adalah setting RouterBoard 1 (Server), caranya dengan klik PPP kemudian posisikan pada tab Interface lalu pilih PPTP Server dan enablekan dengan cara mencentangnya.

  1. Selanjutnya ubah posisinya ke tab secret lalu klik add (+) dan isikan username, password, dan pilih service nya dengan PPTP. Ets.. jangan lupa Local dan Remote Addressnya di isi juga ya, isinya dengan IP yang dibuat oleh admin.

  1. Nah langkah yang sekarang ini untuk Router 2 (Client), yaitu pilih menu Interface kemudian pada tab Interface List klik add (+) dan pilih PPTP Client.

  1. Dan pada PPTP Client isikan alamat IP Public Router 1 (Server) pada tab Dial Out.

  1. Buat Route pada ke-2 Router, bisa melalui IP Route atau lewat New Terminal. Kali ini saya membuatnya lewat New Terminal saja, berikut tampilannya.



  1. Terakhir, tes dengan mengujinya pada New Terminal. Perintahnya ping (alamat ip Router 1 [Server]).