Rabu, 06 Maret 2019

Linux Slackware

LINUX SLACKWARE

A. Slackware

      Slackware merupakan distribusi atau distro yang tertua yang pernah ada dan di distribusikan di dunia, linux ini disusun oleh PATRICK VOLKERDING. Dan jika anda pernah menggunakan Linux Debian, maka linux ini merupakan salah satu turunan dari distro Linux Slackware.
      Distro Slackware terbagi menjadi 2 edisi, yaitu edisi Dekstop dan edisi Server. Slackware pertama kali dirilis pada bulan April 1993, dan dikenal sebagai distribusi Linux yang paling mendekati UNIX. Cukup banyak distro Linux saat ini yang di turunkan dari distribusi Slackware, diantaranya yaitu Vector Linux, Easys, Slax, Zenwalk, dan masih banyak lagi. Distribusi slackware dapat diperoleh secara online di http://www.slackware.com.

    Program Linux dari bentuknya dibagi      dalam dua kelompok :

a. Binary
Berisi program-program yang sudah      dikomplikasi oleh distributor/pengemas distribusi (Precompiled Binery).
b. Source
Berisi kode program (Source Code) program, dan anda bisa mengkompilasinya sendiri sesuai kebutuhan.

B. Paket Program

     Program instalasi slackware tergolong sederhana dan termasuk konsisten dari versi awalnya. Sebelum mulai instalasi, kita lihat dulu isi CD Slackware, beberapa direktori penting, serta paket-paket aplikasi yang disertakan beserta penjelasannya.

Beberapa direktori yang penting adalah :

a. Slackware : berisi program sumber instalasi. Isi direktori ini akan direview nanti.
b. Bootdsks.144  : berisi file untuk membuat boot disk format 1.44.
c. Rootdsks : berisi image file root disk, termasuk didalamnya skrip setup.
d. Kernels : berisi kumpulan precompiled kernel untuk berbagai macam jenis perangkat keras.

Directory Slackware, berisi paket program yang dikelompokkan dalam beberapa kategori yang disebut disk set.

1. Disk Set A
Berisi program dasar untuk menjalankan Linux Slackware.
2.Disk Set AP
Berisi aplikasi yang sering dijalankan di Linux. Di antaranya man pages, groff, ispell (GNU and international versions), term, joe, jove, ghostscript, Midnight Commander (seperti Norton Commander di DOS), bc, quota dan banyak lagi lainnya.
3. Disk Set D
Berisi program pengembangan. Beberapa diantaranya GCC/G++/Objective C compiler make (GNU and BSD), byacc dan GNU bison, flex, library C libraries, gdb debugger, Fortran, ncurses, clisp, f2c, p2c, pascal, perl, dan rcs.
4. Disk Set DES (Alpha)
Semenjak versi 7, slackware menyertakan paket DES (Data Encryption Standard) yang merupakan tambahan fungsi (crypt) pada Glibc.
5. Disk Set E
Berisi program paket editor teks GNU Emacs.
6. Disk Set F
Berisi koleksi FAQ, HOWTO, Mini-HOWTO, dan dokumentasi lainnya.
7. Disk Set GTK
Berisi program GTK + dan aplikasi GNOME.
8. Disk Set K
Berisi kode program kernel (Kernel Source Code).
9. Disk Set KDE
Berisi KDE (K Desktop Environment), beserta library Qt.
10.Disk Set N
Berisi aplikasi pendukung jaringan. Termasuk di dalamnya dukungan TCP/UUCP, SLIP, PPP untuk koneksi ke internet.
11.Disk Set T
Berisi program format teks TEX and L^ATEX2. TEX merupakan program terkenal dan canggih dalam format teks, termasuk penggunaan expresi matematis.
12.Disk Set TCL
Berisi paket program pengembangan dari keluarga itcl, diantaranya Tcl dan Tk dapat di pakai untuk menyusun program yang dijalankan di bawah sistem X Window.
13. Disk Set U (Ultra Sparc)
Berisi paket program khusus untuk Ultra Sparc.
14. Disk Set X
Berisi program dasar sistem Xfree86 dari MIT.
15. Disk Set XAP
Berisi berbagai macam aplikasi  yang di jalankan di X, seperti Window Manager fvwm, fvwm95, browser grafis antar muka pemakai yang dapat dijalankan di sistem Slackware.
16. Disk Set XD
Berisis program pengembangan X. Termasuk di dalamnya X11 libraries, server linkkit, dan PEX support.
17. Disk Set XV
Xview yang mendukung Open Look window Manager yang biasa dijalankan pada mesin SUN.
18. Disk Set Y
Berisi berbagai macam game yang dijalankan di atas console (tidak membutuhkan tampilan grafis).

C. Kelebihan dan Kekurangan Linux Slackware

Kelebihan Slackware :

1). Pembuatan paket pada slackware sangat sederhana dibandingkan paket-paket seperti RPM dan Debian. Paket lebih mirip dengan kompresi root directory ditambah beberapa file lain yang di letakkan di directory/install.
2). Distro ini termasuk distro yang cryptic dan manual sekali bagi pemula Linux, tapi dengan menggunakan distro ini beberapa penggunaannya dapat di ketahui banyak cara kerja sistem.
3).Lebih dekat dengan gaya UNIX, sederhana, stabil, mudah dikustom, dan di desain untuk komputer 386/486 atau lebih tinggi.

Kekurangan Slackware :

a). Aplikas-aplikasi grafis untuk mengkonfigurasi distro ini bisa di bilang minim, karena pada dasarnya GUI jauh lebih kompleks dan memakan lebih banyak penggunaan memory di bandingkan penggunaan perintah konsol pada umumnya.
b). Pengguna harus memastikan sendiri bahwa sistem telah memiliki semua perpustakaan sistem dan program-program yang di butuhkan oleh paket baru (yang akan di install).
c). Slackware tidak mempunyai alat untuk secara otomatis menata dependensi bagi pengguna dengan secara otomatis dengan mengunduh dan menginstallnya, beberapa perangkat lunak pihak ketiga ada yang dapat memberikan fungsi ini, mirip dengan cara APT di Debian.

 D. Fitur yang Terdapat pada Slackware

1. Linux 2.6.21.5 – Slackware Linux menggunakan kernel Linux yang modern dan memiliki performa tinggi. Kernel menyertakan dukungan untuk semua kontroller disk modern, LVM, perangkat lunak RAID, disk terenkripsi, dan banyak core.
2. HAL-HAL (Hardware Abstraction Layer) juga sudah di sertakan. Perangkat lunak ini juga menyediakan API yang seragam untuk aplikasi dekstop untuk menggunakan perangkat keras.
3. X11 7.2.0 – ini merupakan versi pertama Slackware Linux yang menggunakan X secara modular.
4. GCC 4.1.2 – Slackware Linux 12.0 menyertakan perangkat pengembangan yang sepenuhnya di revisi berbasis pada GNU Compiler Colecction 4.1.2 GCC menyediakan compiler untuk C,C++, Objective-C, Fortran-77/95, dan ada 95.
5. Apache 2.2.4 – Apache di upgrade pada versi major yang baru.
6. K Dekstop Environment (KDE) 3.5.7 – lingkungan KDE yang perlu di sertakan, termasuk Koffice, browser web Konqueror, program multimedia, perangkat pengembangan dan masih banyak aplikasi lain yang berguna.
7. Xfce 4.4.1 – Xfce adalah lingkungan dekstop yang ringan dan berbasis pada GTK2. Aplikasi ini menerapkan semangat dari UNIX yaitu modularitas dan reusabilitas.

E. Cara Install Linux Slackware v14.1 Via VirtualBox

1). Buka Aplikasi VirtualBox
2). Klik (New) kemudian isikan pada kolom (Name : Slackware) dan kolom (Type : Linux) serta pada kolom (Version :  Linux 2.6(2*64 bit)), setelah semua kolom sudah terisi klik “Lanjut”. Kemudian atur jumlah memory (RAM), rekomendasi yang dianjurkan minimal 256Mb.
3). Pilih “Create a Virtual Hardisk Now”. Setelah itu pilih “VDI (VirtualBox Disk Image)”. Pada storage on Physical hard drive, pilih “Dinamically allocated” lalu klik “Next”
4). Pada (File location and size) kita dapat mengatur lokasi dan berapa kapasitas harddisk yang akan kita gunakan. Rekomendasi yang dianjurkan 8GB. Selanjutnya klik kanan pada Slackware yang kita buat tadi, kemudian pilih “Setting”.
5). Pada (Storage) pilih (Empty), lalu klik ikon folder, kemudian pilih “add” setelah itu pilih file ISO Slackware yang akan di install, pilih “Select” lalu klik “Ok”.
6). Pilih Slackware pada VirtualBox , lalu klik (Start). Jika sudal muncul “boot” tekan “enter”. Pada (select a keyboard map), tekan “Enter”.
7). Pada slackware login, ketik “root” lalu “Enter”. Setelah itu akan memartisi harddisk ketik “cfdisk”.
8). Pilih (New) kemudian (Primary), lalu pilih “Bootable” kemudian pilih “Write” lalu ketik “Yes”, kemudian pilih “Quit”. Ketik (Setup) untuk menjalankan menu setup. Kemudian pilih “TARGET” lalu klik “OK”.
9). Pilih partisi Linux kemudian klik (Select). Lalu pilih “Format” untuk memformat partisi yang kita pilih tadi. Lalu pilih “ext4, kemudian tekan enter. Tunggu hingga proses selesai lau klik “Oke”.
10). Pilih pilihan nomor 1 “Install from a Slackware CD or DVD”, setelah itu klik “Oke”. Kemudian tekan auto “Scan for the CD or DVD drive (recommended), lalu klik “Oke”.
11). Langkah berikutnya pilih “Base Linux System” kemudian klik “Oke”. Setelah itu pilih “Full” untuk menginstall, kemudian pilih “Skip” lalu klik “Oke”. Lalu pilih “Simple” untuk menginstall LILO.
12). Pilih “Frame buffer console”, lalu klik “Oke”. Setelah muncul gambar langsung klik “Oke”. Kemudian pilih “MBR” setelah pilih “imps2”. Kemudian pilih “rc.atalk” lalu klik “Oke”. Lanjut pilih “Skip” lalu klik “NO”, untuk mengkostum font. Kemudian pilih “NO” untuk waktu local atau pilih “Yes: untuk waktu UTC, lalu klik “Oke”.
13). Pilih “the cholesterol free desktop environment”, lalu pilih “Yes”.  Kemudian buatlah password dengan cara mengetikkan password yang diinginkan sebanyak 2 kali, lalu tekan enter. Setelah itu keluar (exit), lalu jalankan Slackware dengan memilih “Start”.       
14). Login sebagai root, masukan password lalu lanjutkan ke Slackware dengan mengetik “Startx”. Tunggu hingga prosesnya selesai, sehingga muncul sebuah gambar. Dan sekarang Slackware siap digunakan.